Pengalaman PTM (Pembelajaran Tatap Muka) Sementara di MAN 1 Kota Semarang, Hadiah dari Gubernur Jawa Tengah

Pandemi covid-19 melanda seluruh bagian dunia. Termasuk negara kita, Indonesia. Pandemi membuat semua warga harus siap dengan segala kebijakan baru yang berbeda demi memutus rantai penyebaran virus covid-19. Virus covid-19 masuk ke Indonesia sendiri pada bulan Januari 2020.

Berita masuknya virus covid-19 menjadikan Indonesia memberlakukan program lockdown. Banyak sektor yang sementara ini ditutup termasuk sektor pendidikan.

Sekolah yang berada di kawasan zona merah dan zona oranye terpaksa ditutup. Sebagai gantinya, sekolah yang ada di zona-zona tersebut menerapkan program PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh). Sedangkan wilayah zona hijau dan kuning 50% PTM (Pembelajaran Tatap Muka) dan 50% sisanya menerapkan PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh).

Satu tahun pandemi covid-19 berlangsung di Indonesia, tepatnya pada tanggal 30 Maret 2021 pemerintah mengeluarkan SKB (Surat Keputusan Bersama) empat menteri yaitu Kementerian Pendidikan dan Kebudayan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Kesehatan, dan Kementerian Agama. Surat keterangan bersama (SKB) tersebut berisi kewajiban satuan pendidikan dalam melaksanakan uji coba pembelajaran tatap muka dengan tetap mengikuti protokol kesehatan.

Beberapa sekolah di Jawa Tengah mendapat kesempatan untuk melaksanakan uji coba PTM (Pembelajaran Tatap Muka). Pada bulan april Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, S.H, M.IP mengumumkan beberapa sekolah yang mendapat kesempatan untuk melakukan uji coba ini. Salah  satunya, MAN 1 Kota Semarang.

Ganjar Pranowo, S.H, M.IP melakukan sidak ke MAN 1 Kota Semarang menggunakan sepeda. Sidak itu beliau lakukan untuk mengecek SOP (Standar Operasional Prosedur) protokol kesehatan pembelajaran tatap muka yang dilaksanakan di MAN 1 Kota Semarang.

Selasa pagi pukul 07.45 WIB Ganjar Pranowo, S.H, M.IP berkeliling MAN 1 Kota Semarang untuk melakukan pengecekan. Beliau mendatangi salah satu kelas yaitu kelas X IPS 1. Disana beliau menanyakan perihal SOP kedatangan siswa selama masa uji coba pembelajaran tatap muka ini.

“Selamat pagi anak-anak semua,” sapa Ganjar Pranowo, S.H, M.IP.

Para siswa yang berada di kelas X IPS 1 tersebut nampak terkejut dengan kedatangan tiba-tiba Gubernur Jawa Tengah ini.

“Selamat pagi, pak!” sapa para murid kelas X IPS 1 semangat.

“Disini ada yang bisa menjelaskan SOP uji coba PTM di madrasah?” tanya Ganjar Pranowo, S.H, M.IP.

“Saya, pak!” seorang siswi mengacungkan tangannya.

Siswi tersebut bernama A’yun Fissabila. Ia menjelaskan dengan detail terkait SOP (Standar Operasional Prosedur) madrasah.

“5M yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas. Tata cara masuk madrasah, setelah diantar bapak/ibu, siswa langsung masuk ke dalam gerbang, mengecek suhu dan pakai handsanitizer. Setelah itu berjalan mengikuti garis masuk. Sampai di depan kelas, mencuci tangan. Sedangkan tata cara pulang sekolah, setelah KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) selesai lalu keluar kelas berjalan sesuai garis keluar madrasah,” jelas A’yun.

Mendengar penjelasan A’yun, Ganjar Pranowo, S.H, M.IP tersenyum senang.

“Kamu mau hadiah atau nggak?” tanya Ganjar Pranowo, S.H, M.IP.

A’yun terkejut mendapat pertanyaan tersebut. Ia tidak mengira akan mendapat penawaran itu.

Ia mengangguk ragu. “Mau, Pak,” ucapnya.

“Mau laptop atau HP?” tanya Gubernur Jawa Tengah itu.

“Laptop, Pak. Kalau HP saya sudah punya,” kata A’yun sembari tersenyum.

“Kasih saya nomor kamu sama tunjukkan kartu pelajar, ya,” pinta Ganjar Pranowo, S.H, M.IP.

A’yun memberi nomor handphone-nya. Tetapi sayangnya ia tidak membawa kartu pelajar saat itu.

Selang beberapa hari, A’yun dihubungi oleh salah satu staff Ganjar Pranowo, S.H, M.IP. Staff tersebut meminta alamat rumah A’yun.

“(Laptopnya) mau dikirim ke rumah atau sekolah?” tanya staff tersebut.

“Ke rumah, Pak. Karena sekolah kan awal ramadan libur,” jawab A’yun.

Beberapa hari kemudian, staff Ganjar Pranowo, S.H, M.IP mengirimi A’yun gambar nomor resi pengirim laptop tersebut.

Setelah menunggu beberapa hari, laptop tersebut akhirnya sampai di rumah A’yun. Ia merasa mempunyai tanggung jawab untuk lebih meningkatkan kewajiban belajarnya. Ia juga mengaku ingin mencoba hal baru, seperti mempelajari skill pemrograman yang ia dapatkan di sekolah dalam mata pelajaran TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).

Tulisan ini merupakan karya jurnalistik dari siswi a.n Natasya Amanda Azzahra dari kelas XII IBB dalam rangka Lomba Penulisan Artikel Feature pada Festival Literasi Siswa Indonesia (FeLSI) 2021

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *