Dari Story Telling, Drama, sampai Fashion Show

SEMARANG, humas@man1kotasmg.sch.id. – Peringatan ‘Bulan Bahasa’—sekarang disebut sebagai ‘Bulan Bahasa dan Sastra’—selalu diwarnai dengan berbagai macam kegiatan unik. Tak hanya dengan menggelar kegiatan kebahasaan saja, berbagai macam kegiatan unik lain juga digelar untuk menyambut peringatan rutin tahunan yang diperingati setiap bulan Oktober tiba.
Baca juga: Hari Santri MAN 1 Kota Semarang, Santri Harus Tawaduk, Taat, dan Patuh pada Kyai

Begitu juga yang lakukan oleh MAN 1 Kota Semarang. Untuk menyambut Bulan Bahasa, mereka menggelar kegiatan menarik yang melibatkan seluruh sivitas madrasah. Berbagai kegiatan tersebut antara lain Lomba Pidato, musikalisasi puisi, story telling, dan Drama.
“Selain itu ada pula peragaan busana, fashion show. Khusus lomba pidato, bahasa yang digunakan ada 4 bahasa, yakni bahasa Indonesia, bahasa Arab, bahasa Inggris, dan bahasa Jawa,” tutur Waka Humas, Hj Chomsatun SH MPd, di sela-sela kegiatan, baru-baru ini.  

Lebih lanjut Chomsatun menuturkan, bahwa seluruh kegiatan ‘Bulan Bahasa’ Dengan mengangkat tema "Membangun Asa Dan Bahasa", Opening Ceremony digelar di halaman madrasah diikuti semua siswa mulai dari kelas X sampai kelas XII yang berjumlah 36 kelas dan guru-guru yang dipimpin oleh kepala madrasah.

Baca Juga: Siswa MAN 1 Kota Semarang Raih Perunggu Kejuaraan Silat Nasional

Kepala MAN 1 Kota Semarang, H Tasimin SAg MSI, menuturkan bahwa rangkaian kegiatan “Bulan Bahasa’ digelar dalam beberapa hari di sela-sela kegiatan belajar mengajar. Selain untuk memperingati datangnya “Bulan Bahasa”, kegiatan ini juga dirancang untuk melatih para siswa belajar menyusun kegiatan dengan pendampingan-pendampingan para guru.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap siswa dapat memetik banyak pengalaman, baik mulai pengalaman berlomba, sampai pengalaman terlibat aktif dalam merancang dan menyelenggarakan sebuah kegiatan besar,” tandas Tasimin. (za)  

Upacara Hari Sumpah Pemuda di MAN 1 Kota Semarang

SEMARANG, humas@man1kotasmg.sch.id – Peristiwa Sumpah Pemuda diperingati MAN 1 Kota Semarang dengan menggelar upacara Sumpah Pemuda. Hadir sebagai pembina upacara, Kepala MAN 1 Kota Semarang H Tasimin SAg, MSI.

Dalam sambutannya, Tasimin menyampaikan bahwa upacara peringatan sumpah pemuda harus menjadi pendorong bagi siswa madrasah untuk terus bersemangat dalam mencari ilmu. Pijaran semangat yang diucapkan para pemuda pada tanggal 28 Oktober 2022 lalu itu harus menjadi pendorong semangat untuk menjaga persatuan dan kesatuan.

“Semangat sumpah pemuda untuk selalu bertumpah darah satu, berbangsa satu, dan menjunjung bahasa persatuan harus kita maknai sebagai upaya untuk terus menjaga persatuan bangsa. Semangat Sumpah Pemuda, juga harus menjadi pendorong bagi siswa madrasah untuk terus berkembang dan bersemangat dalam belajar,” urai Tasimin.

Dalam upacara tersebut, Tasimin juga membacakan sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainudin Amali, yang mengajak seluruh elemen bangsa  unttuk menghimpun kekuatan dan semangat untuk bergerak bersama. Menpora juga  terus meminta supaya pemuda Indonesia dapat mengembangkan berbagai potensi yang ada untuk membangun kejayaan sepanjang masa.

“Pembentukan ketangguhan bangsa melalui pembentukan karakter mulia dan pengembangan kompetensi dalam berbagai ranah keahlian dan dipadukan dengan senantiasa mengasah kerativitas dan inovasi adalah pekerjaan utama yang tidak boleh diabaikan,” tutur Menpora dibacakan Kepala MAN 1 Kota Semarang.

Waka Humas MAN 1 Kota Semarang, Hj Chomsatun SH MPd, menuturkan bahwa kegiatan upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda dilangsungkan di halaman madrasah diikuti oleh seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan di MAN 1 Kota Semarang. Dalam upacara tersebut, dibacakan pula Naskah Sumpah Pemuda untuk terus menumbuhkan semangat juang pemuda-pemudi Indonesia masa lampau pada jiwa pemudi-pemuda Indonesia masa kini.

“Seusai upacara, dilanjutkan dengan acara serah terima jabatan OSIS periode 2022-2023,” tandas Chomsatun. (za)  

Siswa MAN 1 Kota Semarang Raih Perunggu Kejuaraan Silat Nasional


SEMARANG, humas@man1kotasmgsch.id– Siswa MAN 1 Kota Semarang, Ayu Feriska, berhasil menyabet medali perunggu dalam Kejuaran Silat Nasional “Tugu Muda Champhionship”. Medali yang diperoleh siswa kelas XI IIK.2 ini didapatkan dari kelompok rumpun SMA/Sederajat pada kejuaraan silat yang digelar di GOR Serbaguna Wujil Ungaran Kabupaten Semarang, baru-baru ini.

Kepala MAN 1 Kota Semarang, H Tasimin SAg MSI, menyambut hangat prestasi yang diperoleh anak didiknya. Tasimin meminta seluruh anak didik yang ada di madrasahnya dapat terus berprestasi dalam berbagai bidang. Tak hanya berprestasi di bidang keilmuan saja, tapi juga berprestasi dalam bidang keahlian atau bidang-bidang lainnya.

“Alhamdulillah, semoga prestasi yang diperoleh ananda Ayu Feriska ini bisa menjadi motivasi bagi siswa lain untuk turut berprestasi. Jangan ragu untuk berprestasi. Prestasi-prestasi seperti inilah yang akan membawa harum nama madrasah,” tutur Tasimin.

Lebih lanjut Tasimin menuturkan, MAN 1 Kota Semarang akan terus memberikan dukungan pada kegiatan-kegiatan positif yang dilakukan para siswa. Kegiatan-kegiatan yang dapat meningkatkan keahlian atau kegiatan-kegiatan yang dapat meningkatkan prestasi, akan terus diberikan support oleh madrasah.

"Kami akan terus mendukung dan memfasilitasi berbagai kegiatan siswa yang positif dan produktif," tandas Tasimin.

Lebih lanjut Waka Humas MAN 1 Kota Semarang, Hj Chomsatun SH MPd , menuturkan bahwa prestasi yang diperoleh anak didiknya ini tidak lepas dari peran dan bimbingan para guru di madrasah. Kerjasama para guru untuk terus bahu-membahu dalam menggali potensi siswa sangat menentukan prestasi-prestasi yang diperoleh siswa selama ini.

"Tentu peran pelatih silat, Bapak Joko Wahyono SAg, juga sangat besar. Oleh karena itu, kami tidak lupa mengucapkan terima kasih atas usaha kerasnya dalam mendidik anak-anak kami," tutur Chomsatun. (za)

Robotik MAN 1 Kota Semarang Raih Silver Award Tingkat Asia

Semarang --- Citra Adinda Maharani, anggota robotik asal MAN 1 Kota Semarang kembali mengharumkan nama madrasah di tingkat Asia. Ia berhasil meraih Silver Award kategori Animation Scratch Senior dalam ajang 8th Kontes Robot Nusantara, Asian Robotic Competition for Primary and Secondary Schools.

Kompetisi ini diselenggarakan IYRA dan Universitas Indonesia, 21 Oktober 2022. Lomba robotik digelar di Balairung Universitas Indonesia dan diikuti peserta dari negara-negara se-Asia, antara lain: Malaysia, Thailand, dan Indonesia. 

Kontes Robot Nusantara merupakan event tahunan robotik anak terbesar di Indonesia dan mulai diadakan pada 2013. Even robotik terbuka ini menghadirkan 10 lomba favorit siswa Indonesia dan dihadiri sekitar 1.000 anak dari seluruh Indonesia serta partisipan dari Asia Tenggara.

Citra, panggilan akrabnya, bersyukur telah berhasil menorehkan prestasi ini. Kerja kerasnya membuat animasi game selama kurang lebih seminggu membuahkan hasil. Menurutnya, capaian ini juga tidak terlepas dari doa dan dukungan orang tua, guru, dan teman-temannya dalam membuat projek ini.  

“Terima kasih banyak kepada orang tua, Kepala MAN 1 Kota Semarang, para guru, serta teman-teman semua yang mendukung,” terangnya di Semarang, Jumat (28/10/2022).

Citra dalam ajang yang berlangsung 21 Oktober 2022 ini mempresentasikan hasil animasinya via zoom dengan judul ‘Wayang Adventure. Dengan animasi ini, Citra ingin menyampaikan pesan mengenai keindahan alam Indonesia yang divisualisasikan sebagai wayang. 

“Game yang saya buat ini bercerita mengenai perjalanan wayang dengan misi pertama menangkap makanan daerah, dan pada misi kedua menghindari salah satu flora di Indonesia, yaitu bunga bangkai. Game yang saya buat ini bertujuan memperkenalkan indahnya keberagaman di Indonesia, mulai dari keseniannya, tempat bersejarah, serta makanan daerah,” tuturnya. 

“Komponen yang saya gunakan pada game ini adalah MRT Scratch dan smartboard. Sprite yang saya gunakan berasal dari website freepik, canva, opengameart, giffer.com, itch.io, craftpix,” sambungnya.

Citra berharap dapat terus mengembangkan kemampuannya di bidang robotik. Prestasi ini dia jadikan motivasi untuk terus berprestasi di tingkat yang lebih tinggi. 

Hari Santri MAN 1 Kota Semarang, Santri Harus Tawaduk, Taat, dan Patuh pada Kyai

SEMARANG – Santri harus tawaduk, taat, dan patuh pada kyai. Istilah orang “pondokan”, sami’na wa atho’na. Selain sami’na wa atho’na, santri juga harus senantiasa hidup sederhana, semangat dalam menuntut ilmu, tidak mudah putus asa, dan selalu sabar terhadap apa yang diterima.

Pesan itulah yang disampaikan Kepala MAN 1 Kota Semarang, H Tasimin SAg MSi, saat memberikan sambutan dalam upacara peringatan Hari Santri Nasional di halaman madrasah, Sabtu 22 Oktober 2022. Dalam upacara yang diikuti oleh seluruh sivitas sekolah tersebut, Tasimin juga berpesan agar semua sivitas sekolah senantiasa ber-akhlaqul karimah.

“Selalu teladani sifat-sifat baik, sehingga madrasah kita akan menjadi madrasah yang berakhlak, yang akhlaqul karimah,” tandas Tasimin dalam upacara yang diikuti sekitar 1400-an peserta mulai guru, siswa, sampai dengan santri Islamic Boarding School (IBS) Darul Ulum yang dikelola MAN 1 Kota Semarang.

Waka Humas MAN 1 Kota Semarang, Hj Chomsatun SH MPd, menuturkan bahwa kegiatan upacara peringatan Hari Santri Nasional ini sesuai dengan Surat Edaran Menag Nomor 27 Tahun 2022. Selain menggelar upacara, MAN 1 Kota Semarang juga menggelar berbagai agenda keagamaan lainnya.

“MAN 1 Kota Semarang juga melaksanakan kegiatan Khotmil Qur’an pada masing-masing kelas mulai juz 1 sampai dengan juz 30 didampingi wali kelas masing-masing. Sedangkan untuk para guru, pegawai, Komite dan Musrif-Musrifah dari Islamic Boarding School (IBS) melakukan kegiatan Khotmil Quran secara terpisah di Masjid Darul Ulum,” tutur Chomsatun.

Waka Kesiswaan MAN 1 Kota Semarang, Rosidi SPsi MPd, menambahkan, dalam kegiatan tersebut sebanyak 50 siswa dan 8 guru juga dikirim untuk mengikuti upacara Hari Santri Nasional Tahun 2022 di Alun-alun Masjid Kauman.

“Kami kirimkan 50 siswa dan 8 guru bergabung upacara di Alun-alun Masjid Kauman,” tandas Rosidi. (za)

MAN 1 Kota Semarang Bersholawat

TIGA PERISTIWA BESAR DI BULAN RABIUL AWAL

Link doc. MAN 1 Kota Semarang Bersholawat
https://www.youtube.com/watch?v=AwIvRdaN7ME&list=RDAwIvRdaN7ME&start_radio=1
https://www.youtube.com/watch?v=JdAJgedT2Ts
https://www.youtube.com/watch?v=w7g3rY9MmpU
https://www.youtube.com/watch?v=sQk295IwP4Y
https://www.youtube.com/watch?v=TRCcnRtmTuw
https://www.youtube.com/watch?v=VAlvYGNvn4E


Oleh: KH. M. Shiddiq Al-Jawi

Biasanya pada bulan Rabiul Awal kaum muslim memperingati Maulid Nabi SAW, padahal Maulid Nabi hanya satu dari tiga peristiwa besar yang terjadi tanggal 12 Rabiul Awal.
Ketiga peristiwa besar tersebut adalah ;
Pertama, maulid (hari lahirnya) Nabi Muhamnad SAW
Kedua, hijrahnya Nabi Muhammad SAW ke Madinah, yakni berdirinya Daulah Islamiyah
Ketiga, wafatnya Nabi Muhammad SAW, yakni berdirinya Khilafah Islamiyah Rasyidah.

Tiga peristiwa besar pada tanggal 12 Rabiul Awal tersebut uraiannya sebagai berikut :Satu, Lahirnya Nabi Muhammad SAW
Nabi SAW dilahirkan hari Senin 12 Rabiul Awal pada tahun Gajah di Makkah. (Rawwas Qal'ah Jie, Sirah Nabawiyah (terj.), hal. 15; Ibnul Qayyim, Zadul Ma'ad, Juz 1 hal. 28).
Kelahiran Nabi SAW sendiri banyak diiringi dengan berbagai keajaiban. Qadhi Iyadh dalam kitabnya Asy-Syifa` menyebut ada 132 keajaiban. Di antaranya, ketika lahir dan digendong oleh Asy-Syifa` Ummu Abdurrahman bin Auf, beliau (Nabi SAW) menangis keras dan berkata kepada Asy-Syifa`,”Semoga Allah merahmatimu.”(rahimakillah). (Qadhi Iyadh, Asy-Syifa` bi Ta’rif Huquq Al-Mushtafa, hal. 205).
Kelahiran Nabi SAW adalah kelahiran seseorang yang kelak mempunyai banyak keistimewaan di dunia dan akhirat dalam segala aspeknya. Banyak kitab telah ditulis tentang keistimewaan Beliau, seperti kitab Qiyadatur Rasul As-Siyasiyah wa Al-Askariyah karya Ahmad Ratib Armusy (Beirut : Darun Nafa`is, 1991), yang mencoba menjelaskan aspek kepemimpinan Nabi SAW dalam bidang militer dan politik.
Juga kitab Dirasat Tahliliyah li Syakhshiyah Ar-Rasul karya Rawwas Qal'ah Jie (Beirut : Darun Nafa`is, 1988). Kitab ini mencoba melukiskan kepribadian Nabi SAW secara lebih lengkap, tak hanya aspek kemiliteran dan kepemimpinan, tapi juga pribadi beliau sebagai guru (murabbi), suami, dan sebagai manusia biasa (aspek kemanusiaan/basyariyah).
Di antara keistimewaan Nabi SAW ialah beliau memegang dua kedudukan sekaligus, yakni sebagai nabi sekaligus kepala negara. Imam Taqiyuddin an-Nabhani –radhiyallahu ‘anhu– berkata :

فكان يتولى النبوة والرسالة وكان في نفس الوقت يتولى منصب رئاسة المسلمين في إقامة أحكام الإسلام 
“Maka Nabi Muhammad SAW dahulu memegang kedudukan kenabian dan kerasulan, dan pada waktu yang sama Nabi SAW memegang kedudukan kepemimpinan kaum muslimin dalam menegakkan hukum-hukum Islam.” (Taqiyuddin an-Nabhani, Nizhamul Hukm fil Islam, hal. 116-117).

Imam Taqiyuddin An-Nabhani mendasarkan pendapatnya pada dua kategori ayat yang berbeda.
Pertama, ayat-ayat yang terkait dengan tugas tabligh (menyampaikan wahyu), seperti QS Al-Maidah : 67, yang berbunyi :

يَا أَيُّهَا الرَّسُولُ بَلِّغْ مَا أُنزِلَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ
“Wahai Rasul, sampaikanlah apa yang telah diturunkan kepadamu dari Tuhanmu.” (QS. Al Maaidah [5] : 67)

Kedua, ayat-ayat yang terkait dengan tugas menerapkan hukum yang diturunkan Allah (al-hukmu bimaa anzalallah) seperti QS Al-Maidah : 48 dan QS Al-Maidah : 49). Firman Allah SWT :

فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنزَلَ اللَّهُ
“Maka tegakkanlah hukum di antara mereka dengan apa yang diturunkan Allah.“ (QS. Al Maaidah [5] : 48).
Jadi Nabi Muhammad SAW bukan hanya seorang nabi yang bertugas menyampaikan wahyu, namun juga sekaligus kepala negara yang menerapkan hukum Allah kepada masyarakat. (Taqiyuddin an-Nabhani, Nizhamul Hukm fil Islam, hal. 118).
Tugas kenabian ini berakhir dengan wafatnya Nabi SAW. Namun tugas kepemimpinan negara ini tak berakhir, melainkan dilanjutkan oleh khalifah-khalifah sebagai kepala negara Khilafah sepeninggal Nabi SAW. Sabda Nabi Muhammad SAW :

كانت بنو إسرائيل تسوسهم الأنبياء. كلما هلك نبي خلفه نبي. وإنه لا نبي بعدي. وستكون خلفاء فتكثر
“Dahulu Bani Israil segala urusannya selalu dipimpin oleh para nabi. Setiap kali seorang nabi wafat, dia digantikan nabi lainnya. Dan sesungguhnya tak ada lagi nabi sesudahku, yang ada adalah para khalifah dan jumlah mereka akan banyak…” (HR. Muslim, no 1842).
Dua, Hijrahnya Nabi Muhammad SAW

Bulan Muharram memang ditetapkan sebagai awal perhitungan tahun Hijriyah. Tapi hijrahnya Nabi SAW sendiri tidak terjadi pada bulan Muharram, melainkan pada bulan Rabiul Awal.
Beliau mulai berhijrah meninggalkan Gua Tsur malam Senin tanggal 1 Rabiul Awal tahun I Hijriyah (16 September 622 M).
Nabi SAW sampai di Quba’ hari Senin tanggal 8 Rabiul Awal tahun 1 H (23 September 622 M), lalu berdiam di sana selama empat hari, yaitu hari Senin, Selasa, Rabu, dan Kamis.
Nabi SAW selanjutnya memasuki Madinah hari Jumat tanggal 12 Rabiul Awal tahun 1 H. (Shafiyurrahman Mubarakfuri, Sirah Nabawiyah (terj.), hal. 232-233; Ahmad Ratib Armusy, Qiyadatur Rasul, hal. 40).
Dengan demikian, tanggal 12 Rabiul Awal itu adalah sampainya Nabi di Madinah. Ini menandai berdirinya Daulah Islamiyah (qiyam ad-daulah al-islamiyah). (Taqiyuddin an-Nabhani, Ad-Daulah al-Islamiyah, hal. 48).
Sebelum hijrah, terjadi peristiwa Baiat Aqabah II di Makkah antara Nabi SAW dan Suku Auz dan Khrazraj dari Madinah. Baiat ini sesungguhnya adalah akad pendirian Daulah Islamiyah, antara Nabi SAW di satu pihak, dengan Suku Aus dan Khazraj di pihak lain. (Al-Marakbi, Al-Khilafah Al-Islamiyah Bayna Nuzhum Al-Hukm Al-Muashirah, hal. 16).
Jadi, dengan baiat tersebut secara hukum (de jure) Nabi SAW sudah menjadi kepala negara di Madinah. Namun secara fakta (de facto) kepemimpinan ini baru efektif setelah Nabi SAW sampai di Madinah.
Hijrahnya Nabi SAW ke Madinah bukan karena beliau takut akan dibunuh oleh Quraisy. Namun alasan sesungguhnya adalah karena di Madinah terdapat kesiapan masyarakat untuk menegakkan Daulah Islamiyah dan mendukung dakwah Islam yang diemban Nabi SAW. (Taqiyuddin an-Nabhani, Ad-Daulah Al-Islamiyah, hal. 47).

Tiga, Wafatnya Nabi Muhammad SAW
Nabi SAW wafat hari Senin tanggal 12 Rabiul Awal tahun 11 H. (Ibnu Katsir, As-Sirah An-Nabawiyah, Juz IV hal. 507.
Imam Ibnu Katsir berkata,”Inilah tanggal yang dipastikan oleh Al-Waqidi dan Muhammad bin Saad”. (Lihat pula Muruj Adz-Dzahab, Juz II hal. 304, dikutip oleh Mahmud Al-Khalidi, Qawaid Nizham Al-Hukm fi Al-Islam, hal. 255).
Wafatnya Nabi SAW ini menjadi pertanda lahirnya negara Khilafah Islam Rasyidah. Sebab pada hari yang sama, bahkan sebelum jenazah Nabi SAW dimakamkan, umat Islam telah membaiat Abu Bakar Shiddiq sebagai khalifah.
Nabi SAW meninggal pada waktu Dhuha hari Senin itu tanggal 12 Rabiul Awal tahun 11 Hijriah. Sementara Abu Bakar Shiddiq dibaiat sebagai khalifah hari Senin itu pula (baiat in’iqad/baiat khashash).
Kemudian pada hari Selasa pagi harinya, Abu Bakar Shiddiq dibaiat oleh kaum muslimin di masjid (baiat tha’at/baiat ammah). Nabi SAW sendiri baru dimakamkan pada pertengahan malam pada malam Rabu. ( Lihat kitab Ajhizah Daulah Al-Khilafah, hal.13).
Walhasil, pada bulan Rabiul Awal telah terjadi tiga peristiwa besar, yaitu Maulid Nabi SAW, Maulid Daulah Islamiyah, dan Maulid Khilafah Rasyidah.
Ketiganya wajib kita pahami dan kita jadikan sebagai sumber semangat di masa sekarang, untuk berjuang menegakkan kembali Khilafah. Sebab Khilafah inilah sunnah (metode) yang dirintis oleh Nabi SAW sebagai Daulah Islamiyah, lalu sunnah ini dilanjutkan oleh para Khulafaur Rasyidin sebagai Khilafah Rasyidah. Semua sunnah itu wajib hukumnya kita ikuti, sesuai sabda Nabi SAW :

فعليه بسنتي وسنة الخلفاء الراشدين المهديين عضوا عليها بالنواجذ
“Maka hendaklah kalian berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnah Khulafaur Rasyidin yang mendapat petunjuk, dan gigitlah sunnah-sunnah itu dengan gigi-gigi gerahammu .” (HR Tirmidzi, no 2816). Wallahu a’lam.

MAN 1 Kota Semarang Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1444 H

Semarang, Senin (10/10/2022) MAN 1 Kota Semarang menggelar pengajian dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1444 H, karena hari Senin siswa tidak melaksanakan kegiatan belajar di madrasah, sehingga peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW kami laksanakan di hari ini, Senin (10/10/2022),” tutur waka humas, Chomsatun.  

Kegiatan diikuti oleh peserta kelas X, XI,XII dalam Lomba memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1444 H yang didampingi oleh wali kelas.  

“Rangkaian Lomba dari menyiapkan daftar hadir, penerima tamu, konsumsi, sambutan ketua, pembacaan ayat suci Alqur’an, pembacaan shalawat Diba’ di akhiri dengan Do’a, dan hasil seleksi lomba disetiap kelas mengumpulkan proposal kegiatan serta video dan foto ke juri untuk dinilai” tutur waka kesiswaan, Rosidi.
 

Kepala Madrasah, Tasimin, mengapresiasi suksesnya kegiatan Maulid Nabi sebagai bentuk kecintaan kepada Rasulullah Muhammad SAW yang perlu di tanamkan kepada siswa sejak dini dan salah satu bentuk kecintaan adalah dengan membaca kita maulid Diba’ “ Akhlakul karimah yang tertulis  dalam kitab yang di miliki Rasulullah  sebagai manusia pilihan Allah SWT yang mempunyai sifat suka menolong, tidak pernah menyakiti, selalu memaafkan dan selalu dapat di percaya wajib di jadikan gaya hidup oleh umat Rasulullah di dunia.
 

Dalam kegiatan tersebut siswa sangat antusias mengikuti rangkaian acara sebagai bentuk rasa cintanya kepada baginda Nabi Muhammad SAW.sebagai bekal nantinya saat terjun di lapangan.
 

"Kami lebih dapat mengenal dan menanamkan rasa cinta kepada Rasulullah SAW, memahami kisah dan perjuangan dakwah Beliau dalam mensyiarkan agama Islam, oleh karena itu perkembangan teknologi itu harus  diimbangi dengan peningkatan iman dan taqwa. Tentu saja tujuannya untuk memfilter dampak negatifnya", pungkas Rifki salah satu siswa.

(Waka Humas, Chomsatun)

Upacara Memperingati Hari Kesaktian Pancasila

MAN 1 Kota Semarang mengadakan upacara peringatan hari Kesaktian Pancasila pada hari Sabtu tanggal 1 Oktober 2022, dilaksanakan di lapangan MAN 1 Kota Semarang.

Upacara peringatan tersebut diikuti oleh bapak/ibu serta seluruh siswa MAN 1 Kota Semarang. Selaku pembina adalah Bp.Irfan S.Pd sebagai guru mata pelajaran PPKn, menyampaikan hari kesaktian Pancasila adalah hari Nasional di Indonesia yang diperingati setiap tanggal 1 Oktober sesuai dengan keputusan Presiden nomor 153 tahun 1967, setelah peristiwa gerakan tanggal 30 September atau G30SPKI.

Dalam memperingati hari Kesaktian Pancasila mari bulatan tekad untuk tetap mempertahan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai sumber kekuatan.

MAN 1 Kota Semarang Juara Umum Festival PMR Tingkat Jateng

Semarang, Palang Merah Remaja (PMR) Wira MAN 1 Kota Semarang kembali meraih prestasi yang membanggakan di tingkat Jawa Tengah. Prestasi kali ini diraih dalam ajang Festival PMR Tingkat Jawa Tengah yang diselenggarakan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus selama 2 hari, Sabtu-Minggu (10-11 September 2022).

Dalam ajang ini, MAN 1 Kota Semarang mengirim 2 tim yang masing-masing terdiri dari 8 peserta. Tim B PMR Wira MAN 1 Kota Semarang berhasil meraih Juara Umum karena berhasil merebut Juara 1  cabang Pertolongan Pertama, Juara 1 Pendidikan Remaja Sebaya, Juara 2 Kesehatan Keluarga, dan Juara 2 Hasta Karya. Sedangkan Tim A meraih Juara 1 Kesehatan Keluarga.

Kepala MAN 1 Kota Semarang Tasimin merasa bangga dengan prestasi yang diraih peserta didiknya. “Alhamdulillah MAN 1 Kota Semarang kembali menorehkan prestasi di tingkat provinsi, suatu kebanggaan bagi kami. Semoga siswa-siswi tetap bersemangat untuk terus meningkatkan prestasinya,” tuturnya.

Kami selalu memberikan dorongan dan dukungan kepada peserta didik untuk mengikuti berbagai ajang perlombaan baik yang bersifat akademik maupun nonakademik. Semakin banyak pengalaman, maka semakin besar peluang untuk menjadi juara, dan tentunya ini akan mengharumkan nama madrasah, sehingga mampu menjadikan madrasah khususnya MAN 1 Kota Semarang sebagai madrasah yang membanggakan dan berprestrasi,” ujarnya. Pada kesempatan terpisah, Waka Kesiswaan Rosidi menyampaikan, prestasi tersebut berhasil diraih oleh PMR Wira MAN 1 Kota Semarang karena persiapan yang baik. “Hasil ini tak lepas dari jerih payah dan kerja keras seluruh pihak, baik siswa, guru pembimbing maupun Kepala Madrasah, serta para alumni. Persiapan yang matang dan latihan rutin menjadi modal utama PMR Wira MAN 1 Kota Semarang. Hal ini tak lepas pula dari dukungan dan doa restu dari seluruh keluarga besar MAN 1 Kota Semarang,” ungkapnya.(Rosidi/NBA/bd)